Keberhasilan kolaborasi akademik kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis Fisip Unila. Kali ini Siti Aulia Ramadani (2416051131), Muhammad Tauriq Shidqii Pratama (2416051087), Robi Dakta (2416051058), dan Oktalia Ajeng Prastuti (2456051049) berkolaborasi dengan Hilya Aini (Teknologi Hasil Pertanian – Fakultas Pertanian) di bawah bimbingan Silaturahmi Widaputri, S.T.P., M.T.P., berhasil lolos PKM Kewirausahaan (PKM-K) Kemendikti Saintek 2026 dengan judul “BROLINIX: Formulasi Permen Hisap Ekstrak Limbah Bonggol Nanas Sebagai Upaya Penanganan Awal Gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut”. Atas prestasi ini mereka memperoleh pendanaan mencapai Rp 8.950.000,-. BROLINIX mengembangkan inovasi berorientasi kesehatan dan keberlanjutan pemberdayaan potensi lokal. Melalui aktifitas kolaborasi, maka pengembangan BROLINIX mulai dari riset, formulasi produk, analisis pasar, dan penyusunan strategi bisnis berjalan terarah dan lengkap.

Gagasan pengembangan BROLINIX berawal dari kepedulian tim terhadap melimpahnya limbah bonggol nanas di Provinsi Lampung, salah satu daerah penghasil nanas terbesar di Indonesia. Tingginya produksi nanas menghasilkan limbah bonggol dalam jumlah yang besar, padahal bagian tersebut masih mengandung enzim bromelin yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku produk bernilai tambah. Melihat potensi tersebut, tim berinisiatif mengembangkan limbah agroindustri menjadi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui berbagai diskusi, kajian ilmiah, dan proses pengembangan, lahirlah BROLINIX, sebuah permen kesehatan berbahan dasar ekstrak bonggol nanas yang mengandung enzim bromelain, dipadukan dengan madu dan habbatussauda sebagai bahan utama. Produk ini mengusung konsep zero waste melalui pemanfaatan limbah agroindustri nanas menjadi inovasi yang membantu menjaga kesehatan saluran pernapasan sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan Lampung.

BROLINIX tidak hanya menawarkan sebuah inovasi produk kesehatan, tetapi juga menjadi wujud penerapan konsep ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah agroindustri menjadi produk bernilai ekonomi. Inovasi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan nilai tambah komoditas nanas, mengurangi limbah agroindustri, serta mendukung pengembangan produk berbasis sumber daya lokal. Dengan menggabungkan inovasi teknologi pangan dan pendekatan bisnis, BROLINIX diharapkan mampu menjadi produk yang berdaya saing, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan.

Bagi Tim BROLINIX, inovasi ini bukan sekadar menghasilkan sebuah produk, melainkan menjadi wujud nyata kolaborasi, kreativitas, dan kepedulian mahasiswa dalam menghadirkan solusi atas permasalahan di masyarakat. Melalui sinergi lintas disiplin, tim berkomitmen untuk terus mengembangkan BROLINIX sebagai permen kesehatan berbasis potensi lokal yang inovatif, berkelanjutan, dan bermanfaat. Harapannya, BROLINIX dapat menginspirasi pemanfaatan limbah agroindustri menjadi produk bernilai tinggi sekaligus memperkuat potensi sumber daya lokal Indonesia dalam menciptakan inovasi yang berdampak positif bagi kesehatan, lingkungan, dan perekonomian.

Terpisah Ketua Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis, Dr. Ahmad Rifa’i, S.Sos, M.Si menyampaikan rasa syukurnya atas prestasi ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas prestasi yang dipersembahkan oleh anak didik kami”, ucapnya. Prestasi ini merupakan hasil implementasi keterampilan lintas ilmu yang dimiliki mahasiswa Ilmu Administrasi Bisnis dan mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian. “Keberhasilan kolaborasi ini merupakan bukti bahwa mahasiswa Unia memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah-masalah yang ada di masyarakat”, jelasnya. Inovasi pemanfaatan limbah bonggol nanas untuk menangani infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan salah satu bentuk solusi terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat.

Logo Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis FISIP Unila